- Periksa legalitas, arus kas, milestone, kontrak pendukung, dan orang di balik proyek.
- Cocokkan semua dokumen satu sama lain; ketidaksesuaian adalah tanda bahaya awal.
- Tanpa agunan, kualitas due diligence menjadi pelindung utama, tetapi tidak menghilangkan risiko.
Uji tuntas atau due diligence adalah proses memeriksa fakta sebelum uang berpindah tangan. Investor yang menyalurkan dana ke proyek lewat platform sering mengandalkan tim platform untuk melakukannya, tetapi tetap perlu tahu apa yang seharusnya diperiksa agar bisa menilai kualitas paket uji tuntas yang diterimanya.
1. Identitas dan legalitas badan usaha
- Akta pendirian dan perubahan terakhir, beserta pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM.
- Nomor Induk Berusaha (NIB), izin operasional sesuai sektor, dan NPWP.
- Struktur pemegang saham dan pengurus: siapa yang benar-benar mengendalikan perusahaan.
2. Arus kas dan riwayat keuangan
Rekening koran periode terkini menunjukkan apakah bisnis benar-benar beroperasi: ada arus masuk yang konsisten, kewajiban rutin yang dibayar, dan pola yang sesuai dengan cerita yang disampaikan. Laporan keuangan dan laporan manajemen melengkapi gambaran ini. Cocokkan angkanya satu sama lain, karena ketidaksesuaian adalah tanda bahaya paling awal.
3. Milestone yang dibiayai
Pendanaan jembatan hanya sekuat milestone yang mendasarinya. Tanyakan: apa persisnya peristiwa yang ditunggu, apa buktinya (kontrak, purchase order, invoice, izin dalam proses), siapa pihak yang membayar atau menerbitkan, dan apa yang terjadi jika peristiwa itu tertunda.
4. Kontrak dan piutang pendukung
Minta bukti komersial yang mendukung milestone: kontrak dengan pelanggan, riwayat pembayaran pelanggan tersebut, dan daftar piutang serta utang usaha. Piutang dari pelanggan yang selalu membayar tepat waktu bernilai berbeda dengan piutang dari pelanggan yang sering menunda.
5. Orang di balik proyek
Latar belakang pemilik dan pemegang kunci penting: pengalaman di sektor tersebut, rekam jejak, dan keterbukaan dalam menjawab pertanyaan sulit. Wawancara langsung dengan manajemen sering mengungkap hal yang tidak terlihat di dokumen.
6. Verifikasi di lapangan
Dokumen menjelaskan apa yang tertulis, kunjungan lapangan memeriksa apa yang nyata. Di Melton Bridge, setiap dokumen didigitalkan dan dianalisis dengan bantuan AI untuk menandai anomali, dilanjutkan wawancara manajemen dan kunjungan lapangan. Rinciannya ada di halaman Cara Kerja.
Bagaimana dengan jaminan aset?
Melton Bridge tidak mengambil jaminan aset; penilaian bersifat fundamental atas arus kas, milestone, dan orang-orangnya. Artinya kualitas uji tuntas menjadi pelindung utama, dan investor perlu paham risikonya. Pembahasan lanjutan ada di risiko investasi bridge financing dan mitigasinya serta apakah bridge financing aman.
Checklist ini edukasi umum, bukan jaminan bahwa suatu proyek bebas risiko. Sebagai pemilik dana, Anda berhak meninjau paket uji tuntas sebelum berkomitmen; mulai dari halaman Pemilik Dana.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu due diligence atau uji tuntas?
Proses memeriksa fakta tentang bisnis, dokumen, arus kas, dan orang-orang di baliknya sebelum dana disalurkan, agar keputusan didasarkan pada bukti, bukan hanya cerita.
Dokumen apa yang paling penting dalam uji tuntas?
Rekening koran, laporan keuangan, dokumen legalitas, serta kontrak atau bukti piutang yang mendukung milestone. Semuanya perlu dicocokkan satu sama lain.
Apakah uji tuntas menjamin proyek bebas risiko?
Tidak. Uji tuntas menurunkan kemungkinan masalah, tetapi tidak menghilangkannya. Risiko tetap perlu dikelola lewat diversifikasi dan porsi penempatan yang wajar.
Siap menyalurkan modal?
Daftar sebagai pemilik dana, tentukan mandat Anda, dan tinjau paket uji tuntas transaksi jembatan yang sudah tersaring sebelum berkomitmen.
Konten edukasi, bukan nasihat keuangan. Imbal hasil tidak dijamin dan modal dapat berkurang.
